Posted by areroem | Posted in

Sekilas hanya sebuah lubang yang cukup dalam dengan sebuah alat sederhana dari kayu dipuncak bukit. Tapi siapa sangka jika itu adalah sumber mata pencaharian yang cukup terkenal di Desa Jendi. Di sanalah para pencari nafkah menambang emas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, meski resiko yang ditanggung cukup berat.
“ Pertambangan ini sejak lamalebih dari 10 tahun silam” tutur seorang penambang. “Lebar lubang tidak begitu lebar hanya 80 cm × 80 cm dan di gali menurut tanah yang mengandung emas” tuturnya kembali.
Ternyata tidak hanya warga Desa Jendi saja yang menjadi penambang tetapi dari desa lain seperti Pule dan Jaten. Bahkan ada penambang yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat.
Di tempat lain, di rumah Bapak Wakino, seorang penambang emas. Di sana ada sebuah alat pengolah emas. “ Alat ini berguna untuk menggiling tanah atau batu kerpu yang mengandung emas sampai halus. Setelah benar – benar halus diberi air raksa supaya emas dapat terpisah,” Terang Bapak Wakino. “ Biasanya emas ini dijual ke toko – toko emas. Kebanyakann warga daerah sini menjualnya ke toko – toko emas di daerah Nguter, Sukoharjo,” tambah beliau.
Tapi kegiatan penambangan emas ini mengakibatkan pencemaran air di beberapa dusun di Desa Jendi seperti Dusun Jendi dan Dusun Ngglenggong. Pencemaran itu menyebabkan air sumur menjadi keruh dan mengandung zat berbahaya. Oleh sebab itu harus ada pengarahan dari Dinas Kesehatan dan Pemkab setempat.

Comments (0)

Posting Komentar