Tambang Emas Penopang Perekonomian Desa Jendi

Posted by areroem | Posted in

Desa Jendi merupakan Desa Bebas Buta Aksara dan juga Desa Siaga Sehat. Serta memiliki potensi sumber daya alam yang cukup tinggi dengan sumberdaya manusia yang mampu untuk mengolahnya.
Salah satu sumberdaya alam yang menonjol dan cukup menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi sampai masa mendatang adalah pertambangan emas, yang telah dimulai lebih dari 10 tahun silam.Pertambangan ini terdapat di beberapa dusun di Desa Jendi, seperti Ceperan, Bulu, Geritan, dan juga Ngglenggong. Yang cukup banyak menarik minat pencari nafkah dari dalam Desa Jendi sendiri hingga luar desa jendi seperti Pule, Jaten, bahkan tak sedikit dari Tasikmalaya, Jawa Barat untuk ikut mengolahnya, meski resiko yang ditanggung tergolong cukup tinggi.
Pertambangan ini meningkatkan taraf hidup masyarakat, membuka lapangan kerja, serta berperan penting dalam mengurangi pengangguran. Banyak pemuda yang semula menganggur bisa mendapat penghasilan dengan mendulang emas.
Dengan bermodalkan senter dan siap menanngung resiko, para pencari nafkah masuk ke lubang tambang emas dengan ukuran 80cm 80 cm yang digali menurut tanah yang mengandung emas. Sebagian penambang adalah pemilik lahan sendiri, namun tidak sedikit dari mereka yang menyewa lahan kepada pemilik tanah, kemudian bagi hasil.
Proses pengolahan dapat dilakukan secara manual dengan cara mendulang emas dengan menggunakan alat penggorengan (wajan), yang biasanya dilakukan di sungai, salah satunya adalah di Kali Bulu.
Juga tak sedikit penambang mengolahnya dengan mesin gilingan yang masih tergolong sederhana. Yang dijalankan dengan dinamo yang dialiri listrik. Dengan memasukkan batu kerpu atau tanah yang mengandung emas maka mesin penggiling itu akan melumatkan tanah tersebut. Dan setelah tanah itu benar – benar halus, maka diberi air raksa agar emas dapat terpisah dengan tanah.
Emas hasil pemisahan ini kemudian oleh penambang dijual ke toko – toko emas yang terdapat di wilayah Kabupaten Wonogiri maupun daerah Nguter, Sukoharjo. Dengan hasil penjualan ini mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan tidak sedikit yang dapat menyimpan sebagai jaminan hari tua.
Dari pengolahan emas ini akan menyisakan limbah yang menyerupai lumpur. Yang biasanya diolah kembali jika masih mengandung kadar emas. Jika kadar emas telah habis, biasanya kebanyakan penambang membuangnya ke sungai begitu saja tanpa peduli akan akibatnya. Padahal limbah tersebut mengandung zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan yang menyebabkan air sumur tidak layak untuk dikonsumsi.
Dengan adanya akibat ini maka perlu adanya pengarahan yang serius dari pemerintah daerah dan dinas kesehatan dengan cara memberi penyuluhan tentang cara penanganan limbah yang benar sehingga dampak negatif dapat ditekan sekecil mungkin. Juga cara pengolahan emas yang lebih baik sehingga hasilnya lebih meningkat dan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Dengan adanya lapangan kerja ini maka dapat meningkatkan pendapatan perkapita Desa Jendi serta memperkuat perekonomian daerah khususnya Desa Jendi, sehingga menjadi desa yang maju dalam perekonomiannya. Dengan perekonomian daerah yang kuat maka akan memperkuat perekonomian nasional.

Comments (0)

Posting Komentar